Welcome to my blog

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al Qur'an. Show all posts

Sunday, May 26, 2013

Fakta Dibalik Sumur Zamzam

Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari cerita guru kita, dari orang yang pernah naik haji, atau dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi. Khasiat air Zam-zam tentunya bukan disini yang mesti menjelaskan, tapi kalau dongengan geologi sumur Zam-zam mungkin bisa dijelaskan disini. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang. Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).
Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Mata air zamzam
Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
Gambar diatas ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi, hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.
Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi.
Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai.
Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen.
Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat. Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
  • Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
  • Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
  • Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
  • Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
  • Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
  • Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam
Perkembangan perawatan sumur Zamzam
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters.
Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).
Kandungan mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapa dikelompokkan menjadi : Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre). Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).

Molekul air zam zam
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

Tuesday, February 19, 2013

THE YOUNGEST CHILDREN WHO SUCCEED MEMORIZING HOLY QUR'AN


A three-year-old girl is amazing Nigeria after memorizing the whole Qur’an, becoming one of the youngest Muslims in the world to learn the Noble Book by heart.

“Honestly, I can’t say much but I am very grateful to Allah for this,” Sayyada Maimunatu Sheikh Dahiru, the girl’s mother, told Sunday Tribuneon February 10.

“This is indeed a blessing from Allah. I’m grateful to Allah for this.”

Her daughter, Rukkayatu Fatahu Umar, has completed the memorization of the Noble Qur’an at the age of three year and eight months. The young Muslim girl began memorizing the Noble Book at an Islamic school founded by prominent Sheikh Dahiru Usman Bauchi.

“We were using a big parlor, which was divided into classes for the learning of the Qur’an,” Maimunatu, who teaches at the school, said.

“At that time, I always carried her on my back while teaching. From there, she started reciting along with the students and before long, she had memorized some verses.

“That was how she started attending memorization class.  Right now, she has completed memorizing the whole Qur’an,” the proud mother said.

Going to the school between 7a.m. and 6 p.m. daily, the young girl found little time to play with her peers. “It is not as if she does not play with her mates. She does, especially with those who are memorizing the Qur’an like her,” Maimunatu said.

“This makes it easier for them, as their focus and attention are directed towards achieving the same goal, which is memorizing the Qur’an.”

Education

The Muslim girl does not believe she has completed the memorization of the Qur’an as this young age. “I thank Allah,” she said.

The young Muslim girl is now preparing to go to school soon, breaking a family tradition of sending girls to study at the age of ten.

“My husband has, however, said that the world is changing now, and that there is civilization all over the place,” the mother, who herself memorized the whole Qur’an at the age of 12, said.

“As such, our daughter will have the opportunity of going to a proper school whenever she reaches the age of six.” The Muslim mother has paid tribute to her father for offering her child the chance to memorize the Qur’an at this young age.

“I’m also grateful that I have a father like Sheikh Dahiru Bauchi, who planted my feet, like other people, on the path of Islam,” she said.
“May Allah grant him longevity of life so that he will continue to serve Allah and be useful to Islam and humanity in general.”

Teaching children the glorious Qur'an and the Islamic principles is the responsibility of their parents from an early age which is the best period for implanting Islamic ethics.

Memorizing the Holy Qur’an is one of the most important ways to preserve Allah’s message.
The others are to publish and distribute the book, or the text on the Internet and to recite the parts that one knows to other people. Prophet Muhammad (peace and blessing be upon him) said: “The best amongst you is the one who learns the Qur'an and teaches it.”

REKOR PENGHAFAL AL-QUR'AN TERMUDA


Seorang anak perempuan berusia tiga tahun menggemparkan Nigeria setelah berhasil menghafal Al-Qur'an secara keseluruhan, anak tersebut menjadi salah satu Muslimah termuda di dunia untuk mempelajari Al-Qur’an dengan hati.

"Jujur, saya tidak bisa berkata banyak tapi saya sangat bersyukur kepada Allah atas hal ini," kata Sayyada Maimunatu Sheikh Dahiru, ibu dari gadis itu.

"Ini memang anugerah dari Allah. Saya bersyukur kepada Allah atas hal ini. "

Putrinya, Rukkayatu Fatahu Umar, telah menyelesaikan menghafal Al-Quran pada usia tiga tahun delapan bulan. Putrinya mulai menghafal Qur’an di sebuah sekolah Islam yang didirikan oleh Sheikh Dahiru Usman Bauchi.

"Kami menggunakan ruang besar, yang dibagi ke beberapa kelas untuk belajar Al-Qur'an," kata Maimunatu, yang mengajar di sekolah,.

"Saat itu, saya selalu membawanya di punggung saya saat mengajar. Dari sana, ia mulai membaca bersama dengan siswa dan tak lama ia hafal beberapa ayat.

"Itu adalah saat dimana dia mulai menghadiri kelas menghafal. Saat ini, ia telah menyelesaikan menghafal Al-Qur'an secara keseluruhan, "kata sang ibu bangga.

Pergi ke sekolah antara 7 pagi dan pulang pukul 6 sore sehari-hari, gadis muda itu hanya memiliki sedikit waktu untuk bermain dengan teman-temannya. "Ini bukan seolah-olah dia tidak bermain dengan teman-temannya, dia pun bermain terutama dengan mereka yang menghafal Al-Qur'an, "kata Maimunatu.

"Hal ini membuat lebih mudah bagi mereka, sebagai fokus dan perhatian yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang sama, yang menghafal Al-Qur'an."

Putrinya tidak percaya dia telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an karena ia menyelesaikannya di usia muda. "Saya bersyukur kepada Allah," katanya.
Rukayyatu saat ini sedang mempersiapkan untuk pergi ke sekolah, mendobrak tradisi keluarga yang mengirimkan anak perempuan untuk belajar pada usia sepuluh.

"Suami saya telah mengatakan bahwa dunia berubah sekarang, dan bahwa ada peradaban di seluruh tempat," kata sang ibu, yang dirinya hafal Qur'an secara keseluruhan pada usia 12,.

"Saya juga bersyukur bahwa saya punya ayah seperti Sheikh Dahiru Bauchi, yang mengajariku tentang apa itu islam,” terangnya.

"Semoga Allah memberinya umur panjang hidup sehingga ia akan terus mengabdi kepada Allah dan berguna untuk Islam dan umat manusia pada umumnya."

Mengajar Al-Qur’an yang mulia dan prinsip-prinsip Islam kepada anak-anak adalah tanggung jawab orang tua, terutama sejak usia dini yang merupakan periode terbaik untuk menanamkan etika Islam.

Menghafal Al-Qur'an adalah salah satu cara yang paling penting untuk melestarikan pesan Allah.
Nabi Muhammad SAW berkata: "Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya."