Welcome to my blog

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Palestina. Show all posts
Showing posts with label Palestina. Show all posts

Sunday, July 7, 2013

Uri Ariel Bersumpah Bangun Kuil di Reruntuhan Al-Aqsha

Menteri Perumahan Israel, Uri Ariel bersumpah akan membangun kuil di reruntuhan kompleks Masjid Al-Aqsha.

“Pemerintah harus membangun kuil kedua di atas reruntuhan kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem (Al-Quds),” kata Ariel seperti dikutip harian berbahasa Ibrani Ma’ariv, Jumat (5/7).

Menteri Ariel menyatakan, warga Yahudi banyak membangun kuil, namun mereka sangat perlu membangun kuil hakiki di bukit kuil yang saat ini ditempati Masjid Al-Aqsha.

"Kami telah membangun banyak bangunan, termasuk banyak 'kuil kecil'," kata menteri dari partai ekstrimis kanan Habayit Hayehudi (Rumah Yahudi) dengan menggunakan istilah yang digunakan dalam dunia Yahudi merujuk ke rumah-rumah ibadat.

Thursday, June 27, 2013

Alasan Israel Minta Maaf Pada Turki

Permintaan maaf Israel kepada Turki yang diwakili oleh Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu via telepon yang diterima oleh Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan, menjadi isu hangat diseluruh media massa, akhir-akhir ini.

Banyak orang yang  bertanya dan terkejut atas tindakan Israel tersebut. Mengutip perkataan Yassir al Zaatara bahwa “Israel tidak terbiasa meminta maaf kepada siapa pun, yang ada dia sering menerima permintaan maaf.

Apa yang melatar belakangi Israel membuat permintaan maaf Netanyahu dengan menelpon Erdogen dan menjadi pembahasan banyak kalangan?


Tuesday, June 25, 2013

Wawancara Ekskulisif bersama Syeikh Shiyam: Ummat Islam Harus Menetapi Jama'ah Muslimin



Apa yang melatarbelakangi Anda membaiat Syeikh Muhyiddin Hamidy sebagai Imamul Muslimin

Saya menetapi Jama’ah Muslimin setelah melakukan kunjungan dan silaturahim dengan ikhwan-ikhwan di Jama’ah Muslimin di beberapa daerah. Saya juga mendapat berbagai dukungan dari ikhwan-ikhwan selama kunjungan tersebut.
Saya juga diberi kepercayaan dari mereka tentang janji untuk perjuangan pembebasan Al Quds di mana Masjid Al-Aqsha berada. Oleh karenanya, saya membaiat Syeikh Muhyiddin Hamidy dan berjanji untuk berjalan di atas dua hal penting. Pertama, menolong dakwah Islam dan Muslimin di masyarakat Indonesia dan luar Indonesia. Kedua, bekerja secara sungguh-sungguh dalam membebaskan serta menyelamatkan Al Quds, Al Aqsha, dan Palestina.

Apa pandangan Anda tentang syariat Jama’ah Muslimin ?

Jama’ah Muslimin adalah sekumpulan dari kaum muslimin yang berdakwah kepada Allah di atas manhaj yang lurus serta menyebarkan Islam di antara manusia melalui pendirian pesantren, masjid, perguruan tinggi, melalui ceramah-ceramah, seminar, konferensi, dan sebagainya. Mereka adalah Jama’ah Muslimin, kedudukan mereka seperti kedudukan sekumpulan muslimin lainnya, baik di Mesir, Malaysia, Palestina, Suriah, Lebanon, Libya, Tunisia, Maroko, Aljazair, dan negeri-negeri lainnya.
Dengan demikian, mereka dalah sekelompok dari kelompok-kelompok tersebut yang membawa misi serta tanggungjawabnya dan menyebarluaskan Islam di lingkungan dan negerinya serta bekerja untuk membantu kaum muslimin yang membutuhkan.

Langkah apa yang anda lakukan dalam mendakwahkan Al Jama’ah ?

Selama saya tinggal bersama mereka, di sana lah saya dapat berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya, seperti saya yang saat ini berada di Cileungsi kemudian saya akan pergi ke Bandung dan Lampung dan beberapa daerah lainnya Insya Allah.
Dakwah tersebut merupakan dakwah mereka di negeri mereka, dan saat saya keluar (Indonesia) dakwah saya adalah dakwah Islam untuk keluarg saya dan penduduk Palestina. Saya mendakwahkan Islam dan bagi siapa saja yang mampu untuk menetapi Al Jama’ah maka hendaklah ia menetapinya, dan bagi siapa yang tidak sanggup yang terpenting bagi mereka adalah tetap dalam manhaj Islam.

Kesan setelah menetapi Jama’ah Muslimin ?

Sebagai seorang muslim yang jumlahnya banyak dengan keberadaan saudara-saudaranya dan menjadi sedikit dengan hawa nafsunya, (di dalamnya) saya merasa di sinilah saya saat ini. Saya tidak merasakan kesendirian. Namun Saya berada di dalam Jama’ah yang banyak.

Pandangan Anda tentang kondisi muslimin saat ini ?

Kondisi muslimin saat ini, sebagian dari mereka masih kurang ada kepedulian. Ada dari mereka yang tertindas di Myanmar, Irak, Pakistan, Afghanistan, Palestina, Suriah, dan negeri mualim lainnya. Mereka tertindas oleh musuh-musuh mereka dan para pemimpin mereka atau anak-anak mereka. Dengan demikian, kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan mereka dari kondisi yang mereka alami saat ini dan dari permusuhan orang-orang dhalim.

Tidak ada jalan lain menyelamatkan kaum muslimin selain dengan bersatunya muslimin dalam Jama’atul Muslimin merupakan hal yang benar. Untuk itulah kaum muslimin (harus) mengumpulkan saudara-saudara mereka yang tercecer dan menyatukan kalimat mereka. Insya Allah, ini akan menjadi awal mula pertolongan bagi mereka dan sebaliknya menjadi bahaya bagi musuh-musuh mereka. 

Pandangan Anda tentang kondisi muslimin di Palestina secara khusus ?

Kaum muslimin Palestina yang kini tengah melakukan perlawanan terhadap Israel yang melakukan penjajahan di atas negeri mereka. Mereka tidak akan bisa melakukan sesuatu yang bermakna sehingga mereka membutuhkan bantuan dari kaum mulimin di luar Palestina. Mereka tidak membutuhkan pemuda-pemuda karena mereka punya banyak pemuda,tapi mereka butuh bantuan senjata, dukungan moril dan doa, bantuan kesehatan,serta informasi. Inilah kebutuhan-kebutuhan muslimin Palestina, dan dengan terpenuhinya hal-hal tersebut, Insya Alloh waktu pembebasan Al-Quds, tempat Masjid Al-Aqsha berada akan semakin dekat. 

Solusi terbaik untuk mewujudkan kemerdekaan Al Aqsha dan Palestina ?

Kunci pembebasan Al-masjid Al-Aqsha adalah persatuan umat Islam. Suatu hal yang sangat sulit bagi kita untuk dapat menghadapi zionis yang berada dibawah dukungan orang-orang barat, Amerika, dan Eropa tanpa persatuan ummat. Berdasarkan firman Alloh subhaanah wa ta’aala , “perangilah kaum musyrikin secara bersama-sama sebagaimana mereka (bersama-sama) memerangi kalian; maka,perangilah oleh kalian (secara bersama-sama) musyrikin sebagaimana mereka (bersama-sama) memerangi kalian. Mereka bersama-sama dalam satu titik, yaitu kekafiran; Zionis di Palestina, pelaku kejahatan di Amerika, Eropa, dan orang-orang barat, bahkan komunis pun bersatu dan akan selalu bersatu dalam memerangi Islam seperti yang terjadi di Suriah ataupun diluar Suriah,sampai tiba saatnya kaum muslimin menyadari kelemahan mereka dan kembali bersatu atas kalimat yang satu. 

Langkah apa yang harus kita tempuh dalam menolong saudara-saudara kita yang teraniaya di negeri lain ?

Hendaknya orang-orang arab dan  muslim menambah bantuan untuk rakyat Suriah sehingga mereka dapat melanjutkan perlawanan, karena rakyat Lebanon sudah menyelesaikan perlawanan mereka terhadap Muammar Qadzafi,rakyat Mesir sudah menyelesaikan  perlawanan mereka atas Mubarok,rakyat Tunisia sudah menyelesaikan  perlawanan mereka atas Ben Ali,sedangkan akyat Sura masih terus berupaya melakukan perlawanan dengan mengerahkan segala kemampuan mereka agar dapat terlepas dari gurita  permasalahan yang membelit mereka sejak 40 tahun lalu. 

Pesan anda kepada Muslimin atas perjuangan membebaskan al aqsha ?

Mengenai Al-masjid Al-Aqsha, di sana  sudah ada orang-orang yang berjihad untuk membebaskannya. Dan wajib bagi kaum muslimin memberikan dukungan kepada mereka yang berjihad tersebut. Kaum Muslimin, baik di Indonesia, Malaysia dan negeri manapun tidak akan sanggup pergi untuk berjihad di Palestina, namun mereka mampu memberi dukungan kepada para mujahidin di Palestina dengan cara member bantuan harta, moral, serta bantuan medis. Seperti misalnya Indonesia yang tengah bekerja membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan mengawasi pelaksanaanya. Ini merupakan bentuk dukungan medis bagi para mujahidin di Palestina. Andai saja negeri-negeri lain seperti Indonesia, terus berdiri bersama rakyat Palestina, di mana mereka memberi dukungan skala internasional, maka hal inilah yang akan membantu insyaAllah mendekatkan upaya pembebasan Al Quds dan Palestina. Inilah bentuk dukungan dan bantuan terhadap Mujahidin dalam upaya mengokohkan mereka di tanah mereka serta membantu mereka membebaskan Al Quds dan Palestina, insyaAllah.

Langkah untuk menyatukan umat di bawah bendera Khilafah ?

Ummat Islam sekarang masih berada dalam kondisi terpecah belah, namun demikian, kita selalu menyeru untuk berada bersatu dan merapatkan barisan karena tanpa rapatnya barisan, muslimin akan terus berpecah-belah dan mudah dikalahkan oleh orang-orang barat dan Amerika. 

* Sheikh Shiyam adalah Mantan Imam Masjidil Aqsha, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Rabithah Ulama Palestina

90% TEROWONGAN DI GAZA SAAT INI DITUTUP



Rafah border is tightened again, only 50 people per day are allowed to cross the border, Nur Ikhwan Abadi, MINA correspondent  in Gaza reported on Monday (24/6).

"Currently in Gaza, Rafah border is tightened, only 50 people per day are allowed to cross the border, the condition is exacerbated by the closure of nearly 90% tunnels connecting Gaza with Egypt," said Nur Ikhwan.

This condition has a huge impact to the people of Gaza, unavailability of food and building materials also make this condition more severe and has negative impact.

"The impact after the tunnels were closed seriously felt the people of Gaza, since early June, cement, iron, block, and other building equipment became rare goods. This stopped the development process in Gaza, " Nur Ikhwan said.

When Nur Ikhwan was asked about the development at Hospital of Indonesia (RSI) in Gaza, Nur Ikhwan said the construction is still going on until now. "Builders of RSI continue to run. We still have stock of building materials”.

The results are limited building materials such as cement, iron and block in Gaza. "The price of building materials rise dramatically," Nur Ikhwan added.

"For cement, the price is normally 400 shekels now becomes 700 shekels, and it is difficult to find cement,” Nur Ikhwan added who is also a manager construction of RSI in Gaza,

According to Abdurrahman Parmo, one of volunteers in Gaza said cement stocks now only 5 packs. According to him, the other materials are not a problem. Today is supposed to continue the installation of bathroom ceramic on second floor. "But I had to stop it because there is no cement, and moved to the 2nd floor," he said when confirmed  by MINA.

Nur Ikhwan said Gaza has been blockaded since a few years ago and it’s condition is never stable. According to him, the people of Gaza can enjoy his life with sufficiency, but suddenly could not eat anything when the blockade and tunnel closure was happening.

KETUA ADARA RELIEF INTERNATIONAL KUTUK KEKERASAN ISRAEL TERHADAP ANAK PALESTINA



Ketua Umum Adara Relief International (ARI) Maryam Rachmayani mengutuk kekerasan yang dilakukan pasukan Israel kepada anak-anak Palestina baik di dalam tahanan maupun di dalam penangkapan dan pembunuhan dalam serangan dua perang di Gaza.

Kecaman itu Maryam sampaikan di kediamannya di Jakarta, Senin (24/6), dalam menyikapi laporan PBB tentang pasukan Israel yang menyiksa anak-anak Palestina dalam tahanan dan menggunakannya sebagai penyapu ranjau dan perisai manusia.

“Kami mengutuk perlakuan Israel terhadap anak-anak. Secara HAM saja sangat tidak dibenarkan, apa lagi sebagai seorang Muslim. Padahal anak-anak tidak bisa melawan,” katanya kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Laporan PBB Kamis (20/6) mengungkapkan bahwa anak-anak Palestina ditangkap oleh militer dan polisi (Israel) secara sistematis dan dikenakan perlakuan yang merendahkan, sering disiksa, diinterogasi dalam bahasa Ibrani, bahasa yang mereka tidak mengerti, dan menandatangani pengakuan dalam bahasa Ibrani agar dapat dirilis.

Ratusan anak-anak Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka, khususnya di Gaza, di mana pihak Israel melakukan serangan udara dan serangan angkatan laut pada daerah padat penduduk dengan jumlah anak-anak yang signifikan. Israel mangabaikan hukum-hukum internasional.

Diperkirakan 7.000 warga Palestina berusia 12 sampai 17 tahun, beberapa usia sembilan tahun, telah ditangkap, ditanyai dan ditahan.

Banyak yang dibawa ke pengadilan militer dalam kondisi kaki dirantai dan dibelenggu, sedangkan pemuda yang ditahan di sel isolasi bisa selama berbulan-bulan, kata laporan itu.

Menurut Maryam yang pernah menjadi peserta GMJ 2012 (Global March To Jerusalem) itu, selama ini PBB hanya memainkan peran politik dalam menyikapi berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel. Sementara tindakan nyata untuk memberi sanksi atau hukuman kepada Israel tidak pernah ada.

“PBB, bahasanya saja ‘mengecam’, tapi itu politik. Bahasanya menghibur hati umat Islam, ‘PBB mengecam’, tapi itu semua kerja sama Yahudi,” kata Maryam.

Kekejaman Israel tidak akan bisa dihentikan sampai kiamat, menurut Maryam, namun pergerakan umat Islam juga tidak bisa dihentikan sampai kiamat.

“Kita pun tidak bisa dihentikan, pergerakan-pergerakan yang kita lakukan membuat Israel panik, seperti halnya ketika terjadi gerakan dunia GMJ. Umat Islam akan terus melakukan pergerakan dengan apa yang mereka punya, minimal dengan doa.”

Wanita yang aktif mensosialisasikan Palestina bersama kalangan muslimah yang lain itu, meghimbau agar umat Islam sadar. Palestina adalah isu akidah, kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. “Media kami minta ikut berperan. Karena masyarakat dunia masih mengikuti media, mereka tahu karena media. Apa lagi yang berbicara hanya kalangan wanita, tapi jika media mengangkat, akan menjadi besar,” tambahnya.

Adara Relief Internasional (ARI) adalah sebuah organisasi pertama di Indonesia yang fokus dalam isu wanita dan anak-anak Palestina, yang dikelolah oleh kalangan para wanita.

Melalui lembaga yang berdiri tahun 2008 tersebut, bersama dengan anggota ARI lainnya Maryam aktif melakukan sosialisasi isu wanita dan anak-anak Palestina. Seiring itu, penggalangan dana juga mereka lakukan dan menyalurkan langsung ke Palestina, khususnya Gaza. Sasaran sosialisasi adalah ibu-ibu di majelis-majelis taklim dan anak-anak sekolah.

ARI bekerja sama dengan organisasi Women for Palenstine di Gaza yang juga khusus dalam isu wanita dan anak-anak Palestina.

Monday, June 3, 2013

Aktivis HAM di London Gelar Aksi Damai Dukung Palestina

Para aktivis hak asasi manusia dari seluruh Inggris selenggarakan aksi di London dalam rangka solidaritas terhadap muslim Palestina.

Aksi yang digelar di Trafalgar Square di pusat kota London pada hari Ahad (2/6) merupakan tanggapan atas demonstrasi pro-Israel yang dilaksanakan pada hari yang sama.

Menurut Press TV dan dikutip oleh MINA, aktivis Inggris bergabung dan berjaga, acara tersebut terselenggara berkat kerjasama Islamic Human Rights Council (IHRC) dan Innovative Minds (inminds), untuk menunjukkan solidaritas dengan Palestina dan kemarahan atas kejahatan perang rezim Israel.

Sementara itu komunitas pro-Israel di Inggris menandai peringatan 65 tahun pembentukan rezim Israel dengan menyelenggarakan beberapa acara outdoor, mereka menyebutnya dengan "Closer to Israel".
Namun demikian, masyarakat Inggris yang pro-Palestina mengadakan aksi damai, mereka sebaliknya memperingati 65 tahun penjajahan Israel, tindakan genosida, dan pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia.

Warga Palestina mengacu pada tanggal 15 Mei 1948, dimana pendudukan Palestina disebut sebagai "Hari Nakba," yang berarti Hari Bencana dalam bahasa Arab, untuk menandai pengusiran lebih dari 700.000 warga Palestina dari tanah air mereka yang terjadi hampir 65 tahun yang lalu.

Pasukan Israel menghapus hampir 500 desa di Palestina dan kota-kota dari peta, meninggalkan total 4,7 juta pengungsi Palestina yang mereka berharap untuk kembali ke tanah air mereka lebih dari enam dekade.

Israel Spends Billions Taking Land, Destroying Palestinian Lives

Press TV has conducted an interview with Edward Corrigan, human rights and international lawyer in Ontario, about a contingent of Israeli protesters calling on their government to withdraw from Palestinian lands at a time when the elites want expansion.

The following is an approximate transcript of the interview.

Press TV: We have protesters in Tel Aviv calling on Israel to withdraw from Palestinian lands. Just how much do people in Tel Aviv sympathize with Palestinians if at all?

Corrigan: Well, that’s a very good question. Obviously there’s a contingent of Israelis who do want to disengage from the West Bank, they see that it is poisonous to the state, destroying democracy and of course you can’t have a democracy when you’re occupying and controlling the lives of actually probably more Palestinians than in fact there are Israeli Jews.

The Palestinian population controlled in the territories controlled by Israel if you include Gaza is actually majority Christian and Muslim Palestinian. And of course the Palestinians in the West Bank have virtually no rights; the people in Gaza are under control under siege from the Israeli and of course the Palestinians in Israel have second-status rights.

For most Israelis the occupation is invisible. Soldiers go there, they occupy it - actually a lot of the soldiers end up rebelling; there is a large contingent of Israelis who refuse to serve in the occupied territories. But for most Israelis life goes on.

The …[entity]is heavily subsidized by the United States and other Western powers including Canada and the other parties and it is definitely a problem. But for most Israelis the occupation is invisible; however, there is a strong contingent of activists - people in the Hadash party, people in the progressive movement, the Gush Shalom, all sorts of different organizations that are supportive of peace.

For the average Israeli unfortunately it is invisible, its hidden from them, they’re not allowed to go there, they don’t see it, there’s only limited exposure to it. So their life goes on so there’s not a lot of awareness of the problems for the average Israeli.

So it definitely is a problem… the Zarkat family talked about the ethnic cleansing of the Palestinians; and other Palestinian groups opposed to the occupation and want to create two-state solution. Many of the Israeli intelligence is in favor of that.

However, the vast majority of people unfortunately it’s not part of their political reality, it wasn’t even a major issue in the last election.

Press TV: What about the settlements there. It seems according to many that settlements are literally changing the character of the land that the two sides are supposed to be negotiating?

Corrigan: There are approximately 2.5 million Palestinians in the West Bank. People keep saying that now the illegal Israeli settlers are approaching around 500,000 people, they’re not going to give back that land.

But what do you do with 2.5 million Palestinians? Why do 500,000 illegal, heavily subsidized Israeli settlers have precedents over the rights of 2.5 million Palestinians?

From a mathematical point of view it doesn’t make any sense; but Israel has invested actually billions of dollars in constantly expanding the settlements, seizing land from the Palestinians, destroying their water supply, destroying their olive orchards; just taking land under various pretexts.

There is a whole big campaign about destroying the Bedouin villages actually inside Israel, which is arguably a type of genocide, certainly destroying their way of life, taking the land, stealing it and giving nothing in return.

This massive investment, which of course is heavily subsidized by the United States, is all illegal. Even the Israeli courts have said it’s illegal to build settlements in the occupied territories, the Israelis are illegal occupiers, they cannot take the land, and there is a ruling in the Israelis court system that said that.

And the international court, which ruled on the wall also made a similar ruling, almost a unanimous decision - one judge dissented so it was like 14:1. But a very strong decision from the international courts saying Israel is an illegal occupier and must return the land.

Now, most Western powers actually give lip service to the fact that yes there should be some negotiation; there should be a Palestinian state. But it has to be determined by negotiations, which of course are dictated and controlled by the Israelis and they have veto power and it’s not in the interests of the Israeli elites to want to give back the land; they’re continuing their expansion. 

Qardhawi Calls For Jihad Against Assad

World renowned Islamic scholar Sheikh Yusuf al-Qaradawi yesterday (2/6) called for jihad in Syria as he lashed out at Shiite group Hezbollah for sending its men to fight the mostly Sunni insurgents in Syria.

“Every Muslim trained to fight and capable of doing that (must) make himself available” to support the Syrian rebels, the cleric said at a rally in Doha late Friday. “Iran is pushing forward arms and men (to back the Syrian regime), so why do we stand idle?” he said, branding Lebanese militant group Hezbollah, which means the party of God in Arabic, as the “party of Satan.” Hezbollah, a close ally of Iran and the Syrian regime, is openly engaged in the fight against the rebels in Syria.
It has also fought for years against Israel, arch rival of Iran and Syria. “The leader of the party of the Satan comes to fight the Sunnis... Now we know what the Iranians want... They want continued massacres to kill Sunnis,” Qaradawi said. “How could 100 million Shiites (worldwide) defeat 1.7 billion (Sunnis)?” he exclaimed, “only because (Sunni) Muslims are weak”.

Sheikh Qaradawi blamed himself for previously backing Hezbollah and its leader Hassan Nasrallah who gained popularity after steadfastly leading his group in the fight against Israel in 2006. “I defended the so-called Nasrallah and his party, the party of tyranny... in front of clerics in Saudi Arabia,” which is wary of neighboring Shiite Iran and its allies. “It seems that the clerics of Saudi Arabia were more mature than me,” Qaradawi said. But the cleric insisted that his call to fight Hezbollah is “not against all Shiites.” Fighters of Hezbollah are engaged in fierce battles against the rebels to capture the Syrian town of Qusayr near the Lebanese borders. The militant group has already lost dozens of its men in the battle for Qusayr.

Thursday, May 30, 2013

Urgensi Al-Aqsha Bagi Ummat Muslimin




Al-Quds merupakan tempat yang agung dan mulia di dalam islam, baik secara aqidah, peradaban, dan dari segi sejarah dan wawasan. Sebagaimana dia merupakan tempat yang agung di hati kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Kemudian mewujudkan kemerdekaan Al-Quds secara khusus dan Palestina secara umum dari dosa para perampok yahudi merupakan tahapan yang penting dalam sejarah peradaban Islam.

Al-Quds merupakan kota yang diberkahi yang telah disaksikan Allah keberkahannya dari langit ke tujuh, dimana Allah SWT berfirman: "Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambanya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya supaya kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Q.S Al-Isra: 1).
Al-Quds adalah satu-satunya kota di luar jazirah arab yang turun padanya Al-Quran yang dibacakan pada waktu peristiwa Isra Mi'raj, dimana hal ini turun padanya sebagai pengkhususan masjid Al-Aqsha, Allah berfirman; "Dan tanyakanlah kepada orang yang telah kami utus dari sebelum kamu dari para rosul kami, apakah kami menjadikan tuhan yang disembah selain Allah" (Q.S Azzuhruf : 45).
Keberkahan kota suci ini tercermin dengan keberadaannya menjadi kiblat pertama bagi umat Islam, menjadi masjid kedua yang dibangun di dunia, dan merupakan kota suci ke tiga, itulah Masjid Al-Aqsha. Dimana sholat di dalamnya setara dengan shalat 500 kali di masjid lainnya, sesuai dengan sabda Nabi SAW: " Shalat di Masjdil Haram sebanding dengan seratus ribu kali shalat di masjid lain, dan shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sama dengan shalat seribu kali di masjid lain, dan shalat di masjidil aqsha sama dengan lima ratus kali shalat di masjid lain". Dan itu termasuk masjid-masjid yang ditekankan untuk di kunjungi, berdasarkan hadist Nabi SAW: "Tidak di tekankan melakukan safar kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku (masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha".

Berkah Baitul Maqdis tercermin dengan keberadaannya menyambut tamu paling agung di atas bumi ini yaitu Muhammad SAW, yang kemudian beliau shalat sebagai imam bagi para nabi-nabi yang lain pada malam Isra Mi'raj, sebagaimana bumi ini telah menerima berkah dan kemuliaan pada saat Ummar bin Khattab menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa pada saat itu yang bernama Sophronius, kejadian itu terjadi setelah kaum muslimin mengepungnya dibawah komando Abu Ubaidah bin Amir Al jarrah, begitu pula ketika Shalahudin Al Ayubi membebaskan Baitul Maqdis, dan hal ini bukan semata-mata karena aksi militer atau peperangan antara kita dengan kaum penjajah, akan tetapi merupakan peperangan antara haq dan batil, antara iman dan kufur. 

Kemudian membebaskan Baitul Maqdis merupakan suatu kemuliaan bagi ummat islam, dan kekuatan bagi terbentuknya proyek islam, ini menunjukkan bahwa ummat islam adalah pemilik risalah suci sekaligus sebagai penjaga sejarah para nabi dan warisan mereka secara umum, serta sebagai penjaga aqidah tauhid secara khusus sesuai ajaran para nabi dan rasul.
Dan penulis berpendapat bahwa perjalanan menuju Al Quds dan Al Aqsha harus melewati berbagai tahapan, yang terpenting antara lain:
Tahapan Pertama: Pemahaman Generasi Umat tentang Hakekat Perang dengan orang Yahudi
Jalan menuju Al Quds itu wajib ditempuh oleh umat islam dengan cara memahamkan generasi muda umat islam bagaimana cara menentang para penjajah yahudi ini, dan permusuhan kita dengan mereka adalah permusuhan secara aqidah, yaitu permusuhan antara haq dan batil, mengetahui hakikat ini adalah dasar yang sangat penting dalam strategi jihad sesuai syariat, dan mengetahui strategi dan taktik musuh merupakan bagian dari pertahanan diri dari serangan musuh terhadap kita atau menyerang balik terhadap mereka, yahudi telah memusatkan serangan kepada kita dengan menyebarkan paham-paham sesat mereka, dimana para pembesar yahudi selalu menyebarkan aqidah dan ajaran mereka dan kebangsaan mereka dan cara hidup mereka, sebagaimana para pembesar mereka mengatakan: "kami tidak berbuat sebagaimana orang-orang arab berbuat, mereka memisahkan ajaran agama dengan politik, oleh karna itu, mereka (yahudi) dalam bidang pertahanan senantiasa memperhatikan pesan-pesan agama agama sampai melazimkan para prajuritnya untuk menggantungkan naskah-naskah taurat pada kendaraan mereka atau mengalungkannya kepda setiap prajurit sebagaimana mereka menasehati para prajurit dengan nasehat yang suci yang mendorong untuk penyerangan umat islam. Dan mereka mempromosikan dengan syurga. 

Adapun kepimpinan politik mereka, kebanyakan kebanyakan mereka menamai partai-partai mereka dengan nama-nama dari taurat atau sengan nama-nama pemimpin agama mereka sebagai penghormatan terhadap agama mereka. Begitu juga mereka mewajibkan kepada pemerintah secara terus-menerus untuk berpegang pada undang-undang rakyat yahudi yang bersumber dari taurat baik pemerintah yang terdiri dari sayap kanan atau kiri, baik yang lurus atau yang melenceng.

Sebagaimana politik luar negri mereka yang tidak mewajibkan untuk menepati semua kesepakatan/perjanjian apapun yang diadakan dengan selain yahudi. Maka kitab taurat mereka juga memberikan dosa terhadap perbuatan mereka yang sudah berubah tidak karena seperti orang yang telah diampuni dosanya, solat setahun sekali untuk  menghapus dosanya yang telah mereka akui, dan perjanjian yang telah mereka langgar, kemudian jika ada yang mengatakan bahwa aqidah yahudi adalah aqidah yang sesat dan bathil maka kita harus mengatkan bahwa aqidah kita adalah aqidah yang beanar, ajaran yang benar, oleh karna itu wajib bagi umat islam berpegang teguh terhadap kitab alah dan sunah nabi mereka, karna keduanya adalah sumber kekuatan kita dan rahasia hidayah kita dan sebab keberuntungan kita didunia dan diakhirat, sebagaimana rosulullah SAW bersabda "saya tinggalkan sesuatu kepada kamu,, maka berpegang teguhlah kamu terhadapnya maka kamu tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah dan sunah RosulNya". Maka dari itu memahami kebiasaan musuh dan mengetahuin hakikat cara menyerang mereka adalah trik pertama menuju al quds.
Tahapan Kedua: Pemimpin yang Bersahaja
Perjalanan menuju Palestina dan Al Quds, memerlukan seorang pemimpin yang di lahirkan dari kemuliaan agama islam, seorang pemimpin yang bersahaja dan bersungguh-sungguh dalam membela agama islam dan memperjuangkan kemuliaan-kemulian agama islam. Perjalanan ini tidak mungkin bisa ditempuh oleh seorang hamba dunia, oleh karena itu perlu adanya pembersihan dari setiap sifat penghambaan dunia dari diri setiap pemimpin muslim. Musuh-musuh islam sangat tau persis bahwa kehancuran peradaban mereka d isebabkan karena munculnya pemimpin-pemimpin umat islam yang bangga dengan islamnya, dan senantiasa berpegang teguh dengan Al-Quran, serta pemimpin-pemimpin yang yakin bahwa kemuliaan hanya bisa didapat dengan islam, tanpa islam yang ada hanyalah kehinaan.

Umat islam perlu untuk berfikir kembali bagaimana bisa mengulang sejarah dan bisa menghilangkan sifat pengecut dan hanya ikut-ikutan saja, dan bagaimana umat ini bisa mencetak seorang pemimpin yang bersahaja seperti Ummar bin Khattab. Dia berhasil menaklukkan Al Quds seraya berkata: Kami adalah kaum yang Allah muliakan dengan islam, dan jika kami mencari kemuliaan tanpa islam maka Allah justru akan menghinakan kami". Atau Shalahudin Al Ayubi, yang tumbuh dengan pendidikan untuk mencintai Al Aqsha, Al Quds, dan Palestina. 

Sehingga sedari kecil dia sudah membawa amanat, dan ketika dewasa dia bisa menaklukkan Al Quds atas izin Allah. Sehingga ia bisa membersihkan tempat Isra nabi Muhammad SAW dari noda-noda kaum salib. Yang akhirnya Allah abadikan namanya dan angkat derajatnya di seluruh Alam semesta.

Tahapan Ketiga: Persatuan Umat
Perjalanan menuju Al Quds dan Palestina harus ditempuh melalui persatuan ummat yang dipimpin seorang pemimpin yang satu, bendera yang satu dan tujuan yang satu. Fenomena Salahudin Al Ayubi dalam menaklukkan Baitul Maqdis harusnya menjadi sebuah fenomena sejarah yang harus kita renungi dan pelajari dengan sungguh-sungguh, yang mana usaha Salahudin ini merupakan bukti sejarah bahwa persatuan ummat adalah kunci kemenangan. Dan sudah seharusnya peristiwa ini bisa meninggalkan dampak positif yang besar dalam kehidupan kita dan persiapan kita untuk menghilangkan segala kemunduran dan kehinaan yang menimpa umat ini di tahun-tahun sebelumnya.

Kaum salib sudah sangat berani terhadap umat Islam ketika umat ini terpecah belah menjadi kelompok-kelompok kecil dan Negara-negara kecil, sehingga umat ini saling berselisih, bertikai dan berperang. Sehingga menjadi sangat mudah bagi musuh-musuh umat islam untuk melecehkan kemuliaan ummat islam mengotori serta merampok kesucian. Pada abad 12 ummat islam menjadi ummat yang hina dibawah penderitaan penjajahan kaum salib. Ummat islam menangisi apa yang telah lalu dan merasa terlukai dengan keadaan mereka sekarang, keadaan umat terus berlanjut seperti ini sampai datanglah Salahudin Al Ayubi untuk mengembalikan sisa-sisa kepercayaan diri umat islam agar tetap terjaga dan untuk menjadikan risalah islam dan syariah nya bisa diterapkan. 

Maka mulailah Salahudin dengan menyatukan kembali Negara-negara kecil dan menyiapkan bala tentara setelah Salahudin bisa meyakinkan umat bahwa kaum salib tidak akan meninggalkan tanah kaum muslimin kecuali dengan pedang, dan apapun yang diminta dengan paksa harus diminta kembali dengan paksa pula.
Hari ini kita saksikan yahudi telah kembali  mengambil perannya dengan menjajah banyak Negara, menghinakan banyak orang dan mengusir paksa bangsa Palestina dari tanah nenek moyang mereka. Kedua gambaran diatas sangat sesuai dengan apa yang terjadi. Gambaran pertama terjadi pada abad 12 masehi, dan gambaran kedua diterapkan yahudi di abad 20 dan 21 masehi.
Gambaran pertama dipakai oleh barat untuk menjajah ummat islam di jazirah arab yang terpecah belah, adapun gambaran kedua dipakai orang-orang yahudi. Ummat islam dalam kondisi terpecah belah seperti ini ketika mendapatkan gempuran dan serangan dengan dua model gambaran diatas pasti mudah untuk dikalahkan. Sehingga umat islam dalam kondisi seperti ini memerlukan persatuan umat, pemimpin yang satu, dan terbitnya kembali kejayaan.
Tahapan Keempat: Jihad Fi Sabilillah
Jalan menuju Al Quds dan palestina harus ditempuh dengan jihad fi sabilillah karena dengan jihad, ummat ini bisa menemukan kembali harapannya sebagai ganti datri keputus asaan, dan kekuatannya setelah kelemahan, dan kemuliaan setelah kehinaan, dan tekad yang kuat setelah pasrah. Cepat atau lambat pertolongan Allah pasti akan datang dan janji Allah pasti akan terbukti dengan perantara orang yang mulia atau yang dianggap remeh sekalipun. Dialah Allah yang telah menjanjikan kaum mu'minin dengan kemenangan sebagaimana dalam firmanNya: " Wahai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah pasti Allah akan menolongmu dan mengokohkan pijakannmu" (Q.S Muhammad: 7)
Eksistensi zionis yang telah merampas hak-hak islam merupakan eksistensi yang kejam, dan runtuhnya zionis akan terjadi dengan pindahnya peperangan dari tingkat kelompok ketingkat dunia islam, yang semua itu akan berimbas pada luluh lantaknya kejayaan mereka (yahudi), sejak penjajahan di palestina terjadi barat dan yahudi sangat antusias dan memperhatikan sekali masalah-masalah yang berkaitan dengan Palestina-zionis, dan bagaimana bisa menghilangkan masalah ini dari telinga umat islam, mereka sudah berhasil dalam hal tersebut akan tetapi suatu kebenaran harus saya katakana di momen konferensi ini, yaitu dengan diadakannya konferensi tingkat dunia di tempat saudara kami (Indonesia) tentang pembebasan Al Quds dan Palestina akan mampu mengangkat masalah ini dari tingkat kaum dan kelompok ke level dunia islam. 

Karena memang masalah Al Quds dan Al Aqsha dan palestina merupakan kepentingan dunia islam, dan karena masjid Al Aqsa milik umat islam di seluruh dunia. Konferensi ini merupakan langkah yang penuh berkah yang telah kalian tempuh wahai orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyukseskan konferensi ini ! pelu kalian ketahui bahwa konferensi ini merupakan langkah penuh berkah menuju pembebasan Al Quds dan palestina, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi umat islam untuk mendukung kokohnya bangsa palestina, dan jihad mereka ketika menghadapi berbagai macam serangan dari zionis di berbagai hal, mislanya usaha zionis untuk menghancurkan Al Quds, membuat galian-galian, dan usaha mereka untuk mendirikan kuil Solomon yang mereka yakini, serta penghancuran pemukiman kaum muslimin di Al Quds, pengusiran penduduk keluar Al Quds, dan mereka melarang orang-orang Palestina untuk shalat di masjid Al Aqsha.

Dukungan ummat islam terhadap bangsa palestina dalam upaya pembebasan Al Quds dan palestina sampai sekarang masih sangat kurang, ummat islam harus berani mengangkat tinggi-tinggi bendera jihad di jalan Allah karena hal tersebut bisa menggetarkan eksistensi zionis dan memperingatkan akan runtuhnya mereka, seperti yang dikatakan Simon Peres  pemimpin Negara Yahudi :" tidak mungkin akan tercipta keamanan di daerah ini selama umat islam masih mengangkat pedang, dan kami tidak akan yakin dengan masa depan  kami sampai umat islam menyarungkan pedangnya untuk selama-lamanya.

Para hadirin-hadirat, ikhwan-akhwat sekalian, sudah sejak dulu Al-Quds dan Palestina menjadi arena pertempuran antara haq dan bathil, dan merupakan medan jihad fi sabilillah, sampai saat ini pun masih tempat mulia ini masih menjadi  gugurnya para syuhada, berterbangan didalamnya potongan-potongan tubuh. Perlu kalian ketahui bahwa saudara-saudara kita di Palestina mereka rela mengorbankan sesuatu milik mereka yang paling berharga untuk Palestina demi tetap berkibarnya bendera haq dan runtuhnya duri kabathilan.

Sesungguhnya tanah palestina yang di rampas dari pangkuan kaum muslimin dengan kekuatan pedang tidak akan bisa di minta kembali kecuali dengan kekuatan pedang pula, inilah satu-satunya bahasa yang di pahami musuh-musuh kita.

Wahai generasi ummat islam! Agama dan aqidahmu telah mewajibkan kamu untuk senantiasa berdiri kokoh di samping saudara-saudaramu di palestina, dan agar kamu membantu mereka dalam memerangi musuh-musuh mereka dan musuh-musuhmu. Al-Quds  milikmu, Al-Aqso milikmu, dan tempat Isro Nabi Muhammad juga milikmu. Tanah palestina adalah tanah wqkaf umat islam, semuanya adalah milik ummat islam, dan semuanya adalah amanah di pundak-pundakmu.

Sebagaimana telah kami sebutkan wahai para alim ulama, sekitar 4000 mujahid dari tanah yang diberkahi  Palestina masih mendekam di penjara-penjara zionis,  kondisi mereka sangat mengenaskan , mereka membutuhkan kebutuhan-kebutuhan hidup yang manusiawi, mereka selalu berupaya untuk memperdengarkan aspirasi mereka  kepada mereka-mereka yang berhati nurani dan masih dalam kondisi bebas, sehingga banyak dari mereka yang terjabak  dalam peperangan melawan kelaparan untuk jangka waktu yang lama, bahkan banyak dari mereka yang akhirnya meninggal. 

Para tawanan ini adalah orang –orang yang telah merasakan penderitaan penjajahan bertahun-tahun lamanya, dan mereka pula yang telah membela Masjid Al-Aqsha yang merupakan masjidnya ummat islam. Wahai para alim ulama! Saudara-saudara kita yang ditawantelah berkorban dengan masa depan mereka, dan mengorbankan masa muda mereka didalam penjara, oleh karena itu wajib bagi kita untuk mementingkan urusan mereka dan mengingatnya dalam setiap  acara-acara kenegaraan. Dan ummat islam harus mengerahklansegala upaya untuk berusaha membebaskanmereka dari tahanan, melepaskan belenggu mereka. 

Maka pembebasan para tahanan merupakan amanat bagi setiap ummat islam, sekalipun yang membebani mereka adalah orang kaya, sebagaimana yang dikatakan Al Imam Izzuddin bin Abdus Salam : "sesungguhnya menyelamatkan kaum muslimin yang ditawan kaum kafir adalah sebaik-baik ibadah disisi Alloh, seandanya saj orang-orang kaeir menawan seorang muslim saja maka wajib bagi kita untuk memerangi mereka, sehingga bisa kita bebaskan muslim yang tertawan, atau dengan menghabisi mereka semua, dan bagaimana jikyang ditawan adalah jumlah yang banyak dari kaum mislimin", kami percaya bahwa pembebasan tahanan merupakan hal yang akan semakin memperkuat kepercayaan diri para mujahid di bumi ini, dan merupakan langkah penting dalam proses pambebasan Al-Quds dan Palestina. 

Di akhir saya sampaikan:bahwa rencana zionis barat yang  telah memudahkan Negara yahudidi palestina tidak hanya tertuju pada rakyat palestina semata, tapi sebuah proyek yang memiliki sasaran seluruh mmat islam, kemyataan ini sudah tertanam di jantung ummat islam di seluruh alam dan di tempat yang memisahkan  ummat islam di asia dan ummat islam di afrika. 

Salah satu bukti kesempurnaan nikmat Allohyang diberikan kepada ummat islam adalah bahwa Negara-negara islam kaya akan sunberdaya dan manusia, dan kaya akan kekayaan-kakayaan alam dan kebaikan-kebaikannya dan dengan segala sesuatiu yang dibutuhkan. Oleh karena itu ummat islam perlu  dan harus segera bangkit dan bergerak untuk membabaskan Al-Aqso dan Al-Quds serta membersihkannya dari noda-noda kaum perampas, dan mengembalikan palestinayang di berkahi inike peta dunia islam.
Jikalau ummat islam ikhlas dalam berjihad, pasti Alloh tidak akan menghinakannya, karena Alloh telah menjanjikan hal tersebut, sebagaimana disebutkan dalam firmannya:"sudah menjadi keharusan bagi kami untuk menolong orang-orang yang beriman"(QS. Arrum :47)

* Disampaikan oleh DR Mahmud Anbar pada Konferensi Internasional Pembebasan Al Quds di Bandung, Juli 2012














,