Al-Quds merupakan tempat yang agung dan mulia di dalam islam, baik
secara aqidah, peradaban, dan dari segi sejarah dan wawasan. Sebagaimana dia
merupakan tempat yang agung di hati kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.
Kemudian mewujudkan kemerdekaan Al-Quds secara khusus dan Palestina secara umum
dari dosa para perampok yahudi merupakan tahapan yang penting dalam sejarah
peradaban Islam.
Al-Quds merupakan kota yang diberkahi yang telah disaksikan Allah
keberkahannya dari langit ke tujuh, dimana Allah SWT berfirman: "Maha Suci
Allah yang telah menjalankan hambanya pada malam hari dari Masjidil Haram ke
Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya supaya kami perlihatkan
tanda-tanda kebesaran kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat"
(Q.S Al-Isra: 1).
Al-Quds adalah satu-satunya kota di luar jazirah arab yang turun
padanya Al-Quran yang dibacakan pada waktu peristiwa Isra Mi'raj, dimana hal
ini turun padanya sebagai pengkhususan masjid Al-Aqsha, Allah berfirman;
"Dan tanyakanlah kepada orang yang telah kami utus dari sebelum kamu dari
para rosul kami, apakah kami menjadikan tuhan yang disembah selain Allah"
(Q.S Azzuhruf : 45).
Keberkahan kota suci ini tercermin dengan keberadaannya menjadi
kiblat pertama bagi umat Islam, menjadi masjid kedua yang dibangun di dunia,
dan merupakan kota suci ke tiga, itulah Masjid Al-Aqsha. Dimana sholat di
dalamnya setara dengan shalat 500 kali di masjid lainnya, sesuai dengan sabda
Nabi SAW: " Shalat di Masjdil Haram sebanding dengan seratus ribu kali
shalat di masjid lain, dan shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sama dengan
shalat seribu kali di masjid lain, dan shalat di masjidil aqsha sama dengan
lima ratus kali shalat di masjid lain". Dan itu termasuk masjid-masjid
yang ditekankan untuk di kunjungi, berdasarkan hadist Nabi SAW: "Tidak di
tekankan melakukan safar kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku
(masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha".
Berkah Baitul Maqdis tercermin dengan keberadaannya menyambut
tamu paling agung di atas bumi ini yaitu Muhammad SAW, yang kemudian beliau
shalat sebagai imam bagi para nabi-nabi yang lain pada malam Isra Mi'raj,
sebagaimana bumi ini telah menerima berkah dan kemuliaan pada saat Ummar bin
Khattab menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa pada saat itu yang bernama
Sophronius, kejadian itu terjadi setelah kaum muslimin mengepungnya dibawah
komando Abu Ubaidah bin Amir Al jarrah, begitu pula ketika Shalahudin Al Ayubi
membebaskan Baitul Maqdis, dan hal ini bukan semata-mata karena aksi militer
atau peperangan antara kita dengan kaum penjajah, akan tetapi merupakan
peperangan antara haq dan batil, antara iman dan kufur.
Kemudian membebaskan
Baitul Maqdis merupakan suatu kemuliaan bagi ummat islam, dan kekuatan bagi
terbentuknya proyek islam, ini menunjukkan bahwa ummat islam adalah pemilik
risalah suci sekaligus sebagai penjaga sejarah para nabi dan warisan mereka
secara umum, serta sebagai penjaga aqidah tauhid secara khusus sesuai ajaran
para nabi dan rasul.
Dan penulis berpendapat bahwa perjalanan menuju Al Quds dan Al
Aqsha harus melewati berbagai tahapan, yang terpenting antara lain:
Tahapan Pertama: Pemahaman Generasi Umat tentang Hakekat Perang
dengan orang Yahudi
Jalan menuju Al Quds itu wajib ditempuh oleh umat islam dengan cara
memahamkan generasi muda umat islam bagaimana cara menentang para penjajah
yahudi ini, dan permusuhan kita dengan mereka adalah permusuhan secara aqidah,
yaitu permusuhan antara haq dan batil, mengetahui hakikat ini adalah dasar yang
sangat penting dalam strategi jihad sesuai syariat, dan mengetahui strategi dan
taktik musuh merupakan bagian dari pertahanan diri dari serangan musuh terhadap
kita atau menyerang balik terhadap mereka, yahudi telah memusatkan serangan kepada
kita dengan menyebarkan paham-paham sesat mereka, dimana para pembesar yahudi
selalu menyebarkan aqidah dan ajaran mereka dan kebangsaan mereka dan cara
hidup mereka, sebagaimana para pembesar mereka mengatakan: "kami tidak
berbuat sebagaimana orang-orang arab berbuat, mereka memisahkan ajaran agama
dengan politik, oleh karna itu, mereka (yahudi) dalam bidang pertahanan
senantiasa memperhatikan pesan-pesan agama agama sampai melazimkan para
prajuritnya untuk menggantungkan naskah-naskah taurat pada kendaraan mereka
atau mengalungkannya kepda setiap prajurit sebagaimana mereka menasehati para
prajurit dengan nasehat yang suci yang mendorong untuk penyerangan umat islam.
Dan mereka mempromosikan dengan syurga.
Adapun kepimpinan politik mereka,
kebanyakan kebanyakan mereka menamai partai-partai mereka dengan nama-nama dari
taurat atau sengan nama-nama pemimpin agama mereka sebagai penghormatan
terhadap agama mereka. Begitu juga mereka mewajibkan kepada pemerintah secara
terus-menerus untuk berpegang pada undang-undang rakyat yahudi yang bersumber
dari taurat baik pemerintah yang terdiri dari sayap kanan atau kiri, baik yang
lurus atau yang melenceng.
Sebagaimana politik luar
negri mereka yang tidak mewajibkan untuk menepati semua kesepakatan/perjanjian
apapun yang diadakan dengan selain yahudi. Maka kitab taurat mereka juga
memberikan dosa terhadap perbuatan mereka yang sudah berubah tidak karena
seperti orang yang telah diampuni dosanya, solat setahun sekali untuk menghapus dosanya yang telah mereka akui, dan
perjanjian yang telah mereka langgar, kemudian jika ada yang mengatakan bahwa
aqidah yahudi adalah aqidah yang sesat dan bathil maka kita harus mengatkan
bahwa aqidah kita adalah aqidah yang beanar, ajaran yang benar, oleh karna itu
wajib bagi umat islam berpegang teguh terhadap kitab alah dan sunah nabi
mereka, karna keduanya adalah sumber kekuatan kita dan rahasia hidayah kita dan
sebab keberuntungan kita didunia dan diakhirat, sebagaimana rosulullah SAW
bersabda "saya tinggalkan
sesuatu kepada kamu,, maka berpegang teguhlah kamu terhadapnya maka kamu tidak
akan tersesat, yaitu kitab Allah dan sunah RosulNya". Maka dari itu memahami
kebiasaan musuh dan mengetahuin hakikat cara menyerang mereka adalah trik
pertama menuju al quds.
Tahapan Kedua: Pemimpin yang Bersahaja
Perjalanan menuju Palestina dan Al Quds, memerlukan seorang
pemimpin yang di lahirkan dari kemuliaan agama islam, seorang pemimpin yang
bersahaja dan bersungguh-sungguh dalam membela agama islam dan memperjuangkan
kemuliaan-kemulian agama islam. Perjalanan ini tidak mungkin bisa ditempuh oleh
seorang hamba dunia, oleh karena itu perlu adanya pembersihan dari setiap sifat
penghambaan dunia dari diri setiap pemimpin muslim. Musuh-musuh islam sangat
tau persis bahwa kehancuran peradaban mereka d isebabkan karena munculnya pemimpin-pemimpin
umat islam yang bangga dengan islamnya, dan senantiasa berpegang teguh dengan
Al-Quran, serta pemimpin-pemimpin yang yakin bahwa kemuliaan hanya bisa didapat
dengan islam, tanpa islam yang ada hanyalah kehinaan.
Umat islam perlu untuk berfikir kembali bagaimana bisa mengulang
sejarah dan bisa menghilangkan sifat pengecut dan hanya ikut-ikutan saja, dan
bagaimana umat ini bisa mencetak seorang pemimpin yang bersahaja seperti Ummar
bin Khattab. Dia berhasil menaklukkan Al Quds seraya berkata: Kami adalah kaum
yang Allah muliakan dengan islam, dan jika kami mencari kemuliaan tanpa islam
maka Allah justru akan menghinakan kami". Atau Shalahudin Al Ayubi, yang
tumbuh dengan pendidikan untuk mencintai Al Aqsha, Al Quds, dan Palestina.
Sehingga sedari kecil dia sudah membawa amanat, dan ketika dewasa dia bisa
menaklukkan Al Quds atas izin Allah. Sehingga ia bisa membersihkan tempat Isra
nabi Muhammad SAW dari noda-noda kaum salib. Yang akhirnya Allah abadikan
namanya dan angkat derajatnya di seluruh Alam semesta.
Tahapan Ketiga: Persatuan Umat
Perjalanan menuju Al Quds dan Palestina harus ditempuh melalui
persatuan ummat yang dipimpin seorang pemimpin yang satu, bendera yang satu dan
tujuan yang satu. Fenomena Salahudin Al Ayubi dalam menaklukkan Baitul Maqdis
harusnya menjadi sebuah fenomena sejarah yang harus kita renungi dan pelajari
dengan sungguh-sungguh, yang mana usaha Salahudin ini merupakan bukti
sejarah bahwa persatuan ummat adalah kunci kemenangan. Dan sudah seharusnya
peristiwa ini bisa meninggalkan dampak positif yang besar dalam kehidupan kita
dan persiapan kita untuk menghilangkan segala kemunduran dan kehinaan yang
menimpa umat ini di tahun-tahun sebelumnya.
Kaum salib sudah sangat berani terhadap umat Islam ketika umat ini
terpecah belah menjadi kelompok-kelompok kecil dan Negara-negara kecil,
sehingga umat ini saling berselisih, bertikai dan berperang. Sehingga menjadi
sangat mudah bagi musuh-musuh umat islam untuk melecehkan kemuliaan ummat islam
mengotori serta merampok kesucian. Pada abad 12 ummat islam menjadi ummat yang
hina dibawah penderitaan penjajahan kaum salib. Ummat islam menangisi apa yang
telah lalu dan merasa terlukai dengan keadaan mereka sekarang, keadaan umat
terus berlanjut seperti ini sampai datanglah Salahudin Al Ayubi untuk
mengembalikan sisa-sisa kepercayaan diri umat islam agar tetap terjaga dan
untuk menjadikan risalah islam dan syariah nya bisa diterapkan.
Maka mulailah
Salahudin dengan menyatukan kembali Negara-negara kecil dan menyiapkan bala
tentara setelah Salahudin bisa meyakinkan umat bahwa kaum salib tidak akan
meninggalkan tanah kaum muslimin kecuali dengan pedang, dan apapun yang diminta
dengan paksa harus diminta kembali dengan paksa pula.
Hari ini kita saksikan yahudi telah kembali mengambil perannya dengan menjajah banyak
Negara, menghinakan banyak orang dan mengusir paksa bangsa Palestina dari tanah
nenek moyang mereka. Kedua gambaran diatas sangat sesuai dengan apa yang
terjadi. Gambaran pertama terjadi pada abad 12 masehi, dan gambaran kedua diterapkan
yahudi di abad 20 dan 21 masehi.
Gambaran pertama dipakai oleh barat untuk menjajah ummat islam di
jazirah arab yang terpecah belah, adapun gambaran kedua dipakai orang-orang
yahudi. Ummat islam dalam kondisi terpecah belah seperti ini ketika mendapatkan
gempuran dan serangan dengan dua model gambaran diatas pasti mudah untuk
dikalahkan. Sehingga umat islam dalam kondisi seperti ini memerlukan persatuan
umat, pemimpin yang satu, dan terbitnya kembali kejayaan.
Tahapan Keempat: Jihad Fi Sabilillah
Jalan menuju Al Quds dan palestina harus ditempuh dengan jihad fi
sabilillah karena dengan jihad, ummat ini bisa menemukan kembali harapannya
sebagai ganti datri keputus asaan, dan kekuatannya setelah kelemahan, dan
kemuliaan setelah kehinaan, dan tekad yang kuat setelah pasrah. Cepat atau
lambat pertolongan Allah pasti akan datang dan janji Allah pasti akan terbukti
dengan perantara orang yang mulia atau yang dianggap remeh sekalipun. Dialah
Allah yang telah menjanjikan kaum mu'minin dengan kemenangan sebagaimana dalam
firmanNya: " Wahai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama)
Allah pasti Allah akan menolongmu dan mengokohkan pijakannmu" (Q.S Muhammad: 7)
Eksistensi zionis yang telah merampas hak-hak islam merupakan
eksistensi yang kejam, dan runtuhnya zionis akan terjadi dengan pindahnya
peperangan dari tingkat kelompok ketingkat dunia islam, yang semua itu akan
berimbas pada luluh lantaknya kejayaan mereka (yahudi), sejak penjajahan di
palestina terjadi barat dan yahudi sangat antusias dan memperhatikan sekali
masalah-masalah yang berkaitan dengan Palestina-zionis, dan bagaimana bisa
menghilangkan masalah ini dari telinga umat islam, mereka sudah berhasil dalam
hal tersebut akan tetapi suatu kebenaran harus saya katakana di momen
konferensi ini, yaitu dengan diadakannya konferensi tingkat dunia di tempat
saudara kami (Indonesia) tentang pembebasan Al Quds dan Palestina akan mampu
mengangkat masalah ini dari tingkat kaum dan kelompok ke level dunia islam.
Karena memang masalah Al Quds dan Al Aqsha dan palestina merupakan kepentingan
dunia islam, dan karena masjid Al Aqsa milik umat islam di seluruh dunia.
Konferensi ini merupakan langkah yang penuh berkah yang telah kalian tempuh
wahai orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyukseskan konferensi
ini ! pelu kalian ketahui bahwa konferensi ini merupakan langkah penuh berkah
menuju pembebasan Al Quds dan palestina, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi
umat islam untuk mendukung kokohnya bangsa palestina, dan jihad mereka ketika
menghadapi berbagai macam serangan dari zionis di berbagai hal, mislanya usaha
zionis untuk menghancurkan Al Quds, membuat galian-galian, dan usaha mereka
untuk mendirikan kuil Solomon yang mereka yakini, serta penghancuran pemukiman
kaum muslimin di Al Quds, pengusiran penduduk keluar Al Quds, dan mereka
melarang orang-orang Palestina untuk shalat di masjid Al Aqsha.
Dukungan ummat islam terhadap bangsa palestina dalam upaya pembebasan
Al Quds dan palestina sampai sekarang masih sangat kurang, ummat islam harus
berani mengangkat tinggi-tinggi bendera jihad di jalan Allah karena hal
tersebut bisa menggetarkan eksistensi zionis dan memperingatkan akan runtuhnya
mereka, seperti yang dikatakan Simon Peres
pemimpin Negara Yahudi :" tidak mungkin akan tercipta keamanan di
daerah ini selama umat islam masih mengangkat pedang, dan kami tidak akan yakin
dengan masa depan kami sampai umat islam
menyarungkan pedangnya untuk selama-lamanya.
Para hadirin-hadirat, ikhwan-akhwat sekalian, sudah sejak dulu
Al-Quds dan Palestina menjadi arena pertempuran antara haq dan bathil, dan
merupakan medan jihad fi sabilillah, sampai saat ini pun masih tempat mulia ini
masih menjadi gugurnya para syuhada,
berterbangan didalamnya potongan-potongan tubuh. Perlu kalian ketahui bahwa
saudara-saudara kita di Palestina mereka rela mengorbankan sesuatu milik mereka
yang paling berharga untuk Palestina demi tetap berkibarnya bendera haq dan
runtuhnya duri kabathilan.
Sesungguhnya tanah palestina yang di rampas dari pangkuan kaum
muslimin dengan kekuatan pedang tidak akan bisa di minta kembali kecuali dengan
kekuatan pedang pula, inilah satu-satunya bahasa yang di pahami musuh-musuh
kita.
Wahai generasi ummat islam! Agama dan aqidahmu telah mewajibkan
kamu untuk senantiasa berdiri kokoh di samping saudara-saudaramu di palestina,
dan agar kamu membantu mereka dalam memerangi musuh-musuh mereka dan
musuh-musuhmu. Al-Quds milikmu, Al-Aqso
milikmu, dan tempat Isro Nabi Muhammad juga milikmu. Tanah palestina adalah
tanah wqkaf umat islam, semuanya adalah milik ummat islam, dan semuanya adalah
amanah di pundak-pundakmu.
Sebagaimana telah kami sebutkan wahai para alim ulama, sekitar 4000
mujahid dari tanah yang diberkahi Palestina
masih mendekam di penjara-penjara zionis,
kondisi mereka sangat mengenaskan , mereka membutuhkan
kebutuhan-kebutuhan hidup yang manusiawi, mereka selalu berupaya untuk
memperdengarkan aspirasi mereka kepada
mereka-mereka yang berhati nurani dan masih dalam kondisi bebas, sehingga
banyak dari mereka yang terjabak dalam
peperangan melawan kelaparan untuk jangka waktu yang lama, bahkan banyak dari
mereka yang akhirnya meninggal.
Para tawanan ini adalah orang –orang yang telah
merasakan penderitaan penjajahan bertahun-tahun lamanya, dan mereka pula yang
telah membela Masjid Al-Aqsha yang merupakan masjidnya ummat islam. Wahai para
alim ulama! Saudara-saudara kita yang ditawantelah berkorban dengan masa depan
mereka, dan mengorbankan masa muda mereka didalam penjara, oleh karena itu
wajib bagi kita untuk mementingkan urusan mereka dan mengingatnya dalam
setiap acara-acara kenegaraan. Dan ummat
islam harus mengerahklansegala upaya untuk berusaha membebaskanmereka dari
tahanan, melepaskan belenggu mereka.
Maka pembebasan para tahanan merupakan
amanat bagi setiap ummat islam, sekalipun yang membebani mereka adalah orang
kaya, sebagaimana yang dikatakan Al Imam Izzuddin bin Abdus Salam : "sesungguhnya menyelamatkan kaum muslimin yang ditawan kaum kafir adalah
sebaik-baik ibadah disisi Alloh, seandanya saj orang-orang kaeir menawan
seorang muslim saja maka wajib bagi kita untuk memerangi mereka, sehingga bisa
kita bebaskan muslim yang tertawan, atau dengan menghabisi mereka semua, dan
bagaimana jikyang ditawan adalah jumlah yang banyak dari kaum mislimin",
kami percaya bahwa pembebasan tahanan merupakan hal yang akan semakin
memperkuat kepercayaan diri para mujahid di bumi ini, dan merupakan langkah
penting dalam proses pambebasan Al-Quds dan Palestina.
Di akhir saya
sampaikan:bahwa rencana zionis barat yang
telah memudahkan Negara yahudidi palestina tidak hanya tertuju pada
rakyat palestina semata, tapi sebuah proyek yang memiliki sasaran seluruh mmat
islam, kemyataan ini sudah tertanam di jantung ummat islam di seluruh alam dan
di tempat yang memisahkan ummat islam di
asia dan ummat islam di afrika.
Salah satu bukti kesempurnaan nikmat Allohyang
diberikan kepada ummat islam adalah bahwa Negara-negara islam kaya akan sunberdaya
dan manusia, dan kaya akan kekayaan-kakayaan alam dan kebaikan-kebaikannya dan
dengan segala sesuatiu yang dibutuhkan. Oleh karena itu ummat islam perlu dan harus segera bangkit dan bergerak untuk
membabaskan Al-Aqso dan Al-Quds serta membersihkannya dari noda-noda kaum
perampas, dan mengembalikan palestinayang di berkahi inike peta dunia islam.
Jikalau ummat islam ikhlas dalam berjihad, pasti Alloh tidak akan
menghinakannya, karena Alloh telah menjanjikan hal tersebut, sebagaimana
disebutkan dalam firmannya:"sudah menjadi keharusan bagi kami untuk
menolong orang-orang yang beriman"(QS. Arrum :47)
* Disampaikan oleh DR Mahmud Anbar pada Konferensi Internasional Pembebasan Al Quds di Bandung, Juli 2012
,