Thursday, May 30, 2013

Urgensi Al-Aqsha Bagi Ummat Muslimin




Al-Quds merupakan tempat yang agung dan mulia di dalam islam, baik secara aqidah, peradaban, dan dari segi sejarah dan wawasan. Sebagaimana dia merupakan tempat yang agung di hati kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Kemudian mewujudkan kemerdekaan Al-Quds secara khusus dan Palestina secara umum dari dosa para perampok yahudi merupakan tahapan yang penting dalam sejarah peradaban Islam.

Al-Quds merupakan kota yang diberkahi yang telah disaksikan Allah keberkahannya dari langit ke tujuh, dimana Allah SWT berfirman: "Maha Suci Allah yang telah menjalankan hambanya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya supaya kami perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (Q.S Al-Isra: 1).
Al-Quds adalah satu-satunya kota di luar jazirah arab yang turun padanya Al-Quran yang dibacakan pada waktu peristiwa Isra Mi'raj, dimana hal ini turun padanya sebagai pengkhususan masjid Al-Aqsha, Allah berfirman; "Dan tanyakanlah kepada orang yang telah kami utus dari sebelum kamu dari para rosul kami, apakah kami menjadikan tuhan yang disembah selain Allah" (Q.S Azzuhruf : 45).
Keberkahan kota suci ini tercermin dengan keberadaannya menjadi kiblat pertama bagi umat Islam, menjadi masjid kedua yang dibangun di dunia, dan merupakan kota suci ke tiga, itulah Masjid Al-Aqsha. Dimana sholat di dalamnya setara dengan shalat 500 kali di masjid lainnya, sesuai dengan sabda Nabi SAW: " Shalat di Masjdil Haram sebanding dengan seratus ribu kali shalat di masjid lain, dan shalat di masjidku (Masjid Nabawi) sama dengan shalat seribu kali di masjid lain, dan shalat di masjidil aqsha sama dengan lima ratus kali shalat di masjid lain". Dan itu termasuk masjid-masjid yang ditekankan untuk di kunjungi, berdasarkan hadist Nabi SAW: "Tidak di tekankan melakukan safar kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku (masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha".

Berkah Baitul Maqdis tercermin dengan keberadaannya menyambut tamu paling agung di atas bumi ini yaitu Muhammad SAW, yang kemudian beliau shalat sebagai imam bagi para nabi-nabi yang lain pada malam Isra Mi'raj, sebagaimana bumi ini telah menerima berkah dan kemuliaan pada saat Ummar bin Khattab menerima kunci Baitul Maqdis dari penguasa pada saat itu yang bernama Sophronius, kejadian itu terjadi setelah kaum muslimin mengepungnya dibawah komando Abu Ubaidah bin Amir Al jarrah, begitu pula ketika Shalahudin Al Ayubi membebaskan Baitul Maqdis, dan hal ini bukan semata-mata karena aksi militer atau peperangan antara kita dengan kaum penjajah, akan tetapi merupakan peperangan antara haq dan batil, antara iman dan kufur. 

Kemudian membebaskan Baitul Maqdis merupakan suatu kemuliaan bagi ummat islam, dan kekuatan bagi terbentuknya proyek islam, ini menunjukkan bahwa ummat islam adalah pemilik risalah suci sekaligus sebagai penjaga sejarah para nabi dan warisan mereka secara umum, serta sebagai penjaga aqidah tauhid secara khusus sesuai ajaran para nabi dan rasul.
Dan penulis berpendapat bahwa perjalanan menuju Al Quds dan Al Aqsha harus melewati berbagai tahapan, yang terpenting antara lain:
Tahapan Pertama: Pemahaman Generasi Umat tentang Hakekat Perang dengan orang Yahudi
Jalan menuju Al Quds itu wajib ditempuh oleh umat islam dengan cara memahamkan generasi muda umat islam bagaimana cara menentang para penjajah yahudi ini, dan permusuhan kita dengan mereka adalah permusuhan secara aqidah, yaitu permusuhan antara haq dan batil, mengetahui hakikat ini adalah dasar yang sangat penting dalam strategi jihad sesuai syariat, dan mengetahui strategi dan taktik musuh merupakan bagian dari pertahanan diri dari serangan musuh terhadap kita atau menyerang balik terhadap mereka, yahudi telah memusatkan serangan kepada kita dengan menyebarkan paham-paham sesat mereka, dimana para pembesar yahudi selalu menyebarkan aqidah dan ajaran mereka dan kebangsaan mereka dan cara hidup mereka, sebagaimana para pembesar mereka mengatakan: "kami tidak berbuat sebagaimana orang-orang arab berbuat, mereka memisahkan ajaran agama dengan politik, oleh karna itu, mereka (yahudi) dalam bidang pertahanan senantiasa memperhatikan pesan-pesan agama agama sampai melazimkan para prajuritnya untuk menggantungkan naskah-naskah taurat pada kendaraan mereka atau mengalungkannya kepda setiap prajurit sebagaimana mereka menasehati para prajurit dengan nasehat yang suci yang mendorong untuk penyerangan umat islam. Dan mereka mempromosikan dengan syurga. 

Adapun kepimpinan politik mereka, kebanyakan kebanyakan mereka menamai partai-partai mereka dengan nama-nama dari taurat atau sengan nama-nama pemimpin agama mereka sebagai penghormatan terhadap agama mereka. Begitu juga mereka mewajibkan kepada pemerintah secara terus-menerus untuk berpegang pada undang-undang rakyat yahudi yang bersumber dari taurat baik pemerintah yang terdiri dari sayap kanan atau kiri, baik yang lurus atau yang melenceng.

Sebagaimana politik luar negri mereka yang tidak mewajibkan untuk menepati semua kesepakatan/perjanjian apapun yang diadakan dengan selain yahudi. Maka kitab taurat mereka juga memberikan dosa terhadap perbuatan mereka yang sudah berubah tidak karena seperti orang yang telah diampuni dosanya, solat setahun sekali untuk  menghapus dosanya yang telah mereka akui, dan perjanjian yang telah mereka langgar, kemudian jika ada yang mengatakan bahwa aqidah yahudi adalah aqidah yang sesat dan bathil maka kita harus mengatkan bahwa aqidah kita adalah aqidah yang beanar, ajaran yang benar, oleh karna itu wajib bagi umat islam berpegang teguh terhadap kitab alah dan sunah nabi mereka, karna keduanya adalah sumber kekuatan kita dan rahasia hidayah kita dan sebab keberuntungan kita didunia dan diakhirat, sebagaimana rosulullah SAW bersabda "saya tinggalkan sesuatu kepada kamu,, maka berpegang teguhlah kamu terhadapnya maka kamu tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah dan sunah RosulNya". Maka dari itu memahami kebiasaan musuh dan mengetahuin hakikat cara menyerang mereka adalah trik pertama menuju al quds.
Tahapan Kedua: Pemimpin yang Bersahaja
Perjalanan menuju Palestina dan Al Quds, memerlukan seorang pemimpin yang di lahirkan dari kemuliaan agama islam, seorang pemimpin yang bersahaja dan bersungguh-sungguh dalam membela agama islam dan memperjuangkan kemuliaan-kemulian agama islam. Perjalanan ini tidak mungkin bisa ditempuh oleh seorang hamba dunia, oleh karena itu perlu adanya pembersihan dari setiap sifat penghambaan dunia dari diri setiap pemimpin muslim. Musuh-musuh islam sangat tau persis bahwa kehancuran peradaban mereka d isebabkan karena munculnya pemimpin-pemimpin umat islam yang bangga dengan islamnya, dan senantiasa berpegang teguh dengan Al-Quran, serta pemimpin-pemimpin yang yakin bahwa kemuliaan hanya bisa didapat dengan islam, tanpa islam yang ada hanyalah kehinaan.

Umat islam perlu untuk berfikir kembali bagaimana bisa mengulang sejarah dan bisa menghilangkan sifat pengecut dan hanya ikut-ikutan saja, dan bagaimana umat ini bisa mencetak seorang pemimpin yang bersahaja seperti Ummar bin Khattab. Dia berhasil menaklukkan Al Quds seraya berkata: Kami adalah kaum yang Allah muliakan dengan islam, dan jika kami mencari kemuliaan tanpa islam maka Allah justru akan menghinakan kami". Atau Shalahudin Al Ayubi, yang tumbuh dengan pendidikan untuk mencintai Al Aqsha, Al Quds, dan Palestina. 

Sehingga sedari kecil dia sudah membawa amanat, dan ketika dewasa dia bisa menaklukkan Al Quds atas izin Allah. Sehingga ia bisa membersihkan tempat Isra nabi Muhammad SAW dari noda-noda kaum salib. Yang akhirnya Allah abadikan namanya dan angkat derajatnya di seluruh Alam semesta.

Tahapan Ketiga: Persatuan Umat
Perjalanan menuju Al Quds dan Palestina harus ditempuh melalui persatuan ummat yang dipimpin seorang pemimpin yang satu, bendera yang satu dan tujuan yang satu. Fenomena Salahudin Al Ayubi dalam menaklukkan Baitul Maqdis harusnya menjadi sebuah fenomena sejarah yang harus kita renungi dan pelajari dengan sungguh-sungguh, yang mana usaha Salahudin ini merupakan bukti sejarah bahwa persatuan ummat adalah kunci kemenangan. Dan sudah seharusnya peristiwa ini bisa meninggalkan dampak positif yang besar dalam kehidupan kita dan persiapan kita untuk menghilangkan segala kemunduran dan kehinaan yang menimpa umat ini di tahun-tahun sebelumnya.

Kaum salib sudah sangat berani terhadap umat Islam ketika umat ini terpecah belah menjadi kelompok-kelompok kecil dan Negara-negara kecil, sehingga umat ini saling berselisih, bertikai dan berperang. Sehingga menjadi sangat mudah bagi musuh-musuh umat islam untuk melecehkan kemuliaan ummat islam mengotori serta merampok kesucian. Pada abad 12 ummat islam menjadi ummat yang hina dibawah penderitaan penjajahan kaum salib. Ummat islam menangisi apa yang telah lalu dan merasa terlukai dengan keadaan mereka sekarang, keadaan umat terus berlanjut seperti ini sampai datanglah Salahudin Al Ayubi untuk mengembalikan sisa-sisa kepercayaan diri umat islam agar tetap terjaga dan untuk menjadikan risalah islam dan syariah nya bisa diterapkan. 

Maka mulailah Salahudin dengan menyatukan kembali Negara-negara kecil dan menyiapkan bala tentara setelah Salahudin bisa meyakinkan umat bahwa kaum salib tidak akan meninggalkan tanah kaum muslimin kecuali dengan pedang, dan apapun yang diminta dengan paksa harus diminta kembali dengan paksa pula.
Hari ini kita saksikan yahudi telah kembali  mengambil perannya dengan menjajah banyak Negara, menghinakan banyak orang dan mengusir paksa bangsa Palestina dari tanah nenek moyang mereka. Kedua gambaran diatas sangat sesuai dengan apa yang terjadi. Gambaran pertama terjadi pada abad 12 masehi, dan gambaran kedua diterapkan yahudi di abad 20 dan 21 masehi.
Gambaran pertama dipakai oleh barat untuk menjajah ummat islam di jazirah arab yang terpecah belah, adapun gambaran kedua dipakai orang-orang yahudi. Ummat islam dalam kondisi terpecah belah seperti ini ketika mendapatkan gempuran dan serangan dengan dua model gambaran diatas pasti mudah untuk dikalahkan. Sehingga umat islam dalam kondisi seperti ini memerlukan persatuan umat, pemimpin yang satu, dan terbitnya kembali kejayaan.
Tahapan Keempat: Jihad Fi Sabilillah
Jalan menuju Al Quds dan palestina harus ditempuh dengan jihad fi sabilillah karena dengan jihad, ummat ini bisa menemukan kembali harapannya sebagai ganti datri keputus asaan, dan kekuatannya setelah kelemahan, dan kemuliaan setelah kehinaan, dan tekad yang kuat setelah pasrah. Cepat atau lambat pertolongan Allah pasti akan datang dan janji Allah pasti akan terbukti dengan perantara orang yang mulia atau yang dianggap remeh sekalipun. Dialah Allah yang telah menjanjikan kaum mu'minin dengan kemenangan sebagaimana dalam firmanNya: " Wahai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah pasti Allah akan menolongmu dan mengokohkan pijakannmu" (Q.S Muhammad: 7)
Eksistensi zionis yang telah merampas hak-hak islam merupakan eksistensi yang kejam, dan runtuhnya zionis akan terjadi dengan pindahnya peperangan dari tingkat kelompok ketingkat dunia islam, yang semua itu akan berimbas pada luluh lantaknya kejayaan mereka (yahudi), sejak penjajahan di palestina terjadi barat dan yahudi sangat antusias dan memperhatikan sekali masalah-masalah yang berkaitan dengan Palestina-zionis, dan bagaimana bisa menghilangkan masalah ini dari telinga umat islam, mereka sudah berhasil dalam hal tersebut akan tetapi suatu kebenaran harus saya katakana di momen konferensi ini, yaitu dengan diadakannya konferensi tingkat dunia di tempat saudara kami (Indonesia) tentang pembebasan Al Quds dan Palestina akan mampu mengangkat masalah ini dari tingkat kaum dan kelompok ke level dunia islam. 

Karena memang masalah Al Quds dan Al Aqsha dan palestina merupakan kepentingan dunia islam, dan karena masjid Al Aqsa milik umat islam di seluruh dunia. Konferensi ini merupakan langkah yang penuh berkah yang telah kalian tempuh wahai orang-orang yang telah bersungguh-sungguh dalam menyukseskan konferensi ini ! pelu kalian ketahui bahwa konferensi ini merupakan langkah penuh berkah menuju pembebasan Al Quds dan palestina, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi umat islam untuk mendukung kokohnya bangsa palestina, dan jihad mereka ketika menghadapi berbagai macam serangan dari zionis di berbagai hal, mislanya usaha zionis untuk menghancurkan Al Quds, membuat galian-galian, dan usaha mereka untuk mendirikan kuil Solomon yang mereka yakini, serta penghancuran pemukiman kaum muslimin di Al Quds, pengusiran penduduk keluar Al Quds, dan mereka melarang orang-orang Palestina untuk shalat di masjid Al Aqsha.

Dukungan ummat islam terhadap bangsa palestina dalam upaya pembebasan Al Quds dan palestina sampai sekarang masih sangat kurang, ummat islam harus berani mengangkat tinggi-tinggi bendera jihad di jalan Allah karena hal tersebut bisa menggetarkan eksistensi zionis dan memperingatkan akan runtuhnya mereka, seperti yang dikatakan Simon Peres  pemimpin Negara Yahudi :" tidak mungkin akan tercipta keamanan di daerah ini selama umat islam masih mengangkat pedang, dan kami tidak akan yakin dengan masa depan  kami sampai umat islam menyarungkan pedangnya untuk selama-lamanya.

Para hadirin-hadirat, ikhwan-akhwat sekalian, sudah sejak dulu Al-Quds dan Palestina menjadi arena pertempuran antara haq dan bathil, dan merupakan medan jihad fi sabilillah, sampai saat ini pun masih tempat mulia ini masih menjadi  gugurnya para syuhada, berterbangan didalamnya potongan-potongan tubuh. Perlu kalian ketahui bahwa saudara-saudara kita di Palestina mereka rela mengorbankan sesuatu milik mereka yang paling berharga untuk Palestina demi tetap berkibarnya bendera haq dan runtuhnya duri kabathilan.

Sesungguhnya tanah palestina yang di rampas dari pangkuan kaum muslimin dengan kekuatan pedang tidak akan bisa di minta kembali kecuali dengan kekuatan pedang pula, inilah satu-satunya bahasa yang di pahami musuh-musuh kita.

Wahai generasi ummat islam! Agama dan aqidahmu telah mewajibkan kamu untuk senantiasa berdiri kokoh di samping saudara-saudaramu di palestina, dan agar kamu membantu mereka dalam memerangi musuh-musuh mereka dan musuh-musuhmu. Al-Quds  milikmu, Al-Aqso milikmu, dan tempat Isro Nabi Muhammad juga milikmu. Tanah palestina adalah tanah wqkaf umat islam, semuanya adalah milik ummat islam, dan semuanya adalah amanah di pundak-pundakmu.

Sebagaimana telah kami sebutkan wahai para alim ulama, sekitar 4000 mujahid dari tanah yang diberkahi  Palestina masih mendekam di penjara-penjara zionis,  kondisi mereka sangat mengenaskan , mereka membutuhkan kebutuhan-kebutuhan hidup yang manusiawi, mereka selalu berupaya untuk memperdengarkan aspirasi mereka  kepada mereka-mereka yang berhati nurani dan masih dalam kondisi bebas, sehingga banyak dari mereka yang terjabak  dalam peperangan melawan kelaparan untuk jangka waktu yang lama, bahkan banyak dari mereka yang akhirnya meninggal. 

Para tawanan ini adalah orang –orang yang telah merasakan penderitaan penjajahan bertahun-tahun lamanya, dan mereka pula yang telah membela Masjid Al-Aqsha yang merupakan masjidnya ummat islam. Wahai para alim ulama! Saudara-saudara kita yang ditawantelah berkorban dengan masa depan mereka, dan mengorbankan masa muda mereka didalam penjara, oleh karena itu wajib bagi kita untuk mementingkan urusan mereka dan mengingatnya dalam setiap  acara-acara kenegaraan. Dan ummat islam harus mengerahklansegala upaya untuk berusaha membebaskanmereka dari tahanan, melepaskan belenggu mereka. 

Maka pembebasan para tahanan merupakan amanat bagi setiap ummat islam, sekalipun yang membebani mereka adalah orang kaya, sebagaimana yang dikatakan Al Imam Izzuddin bin Abdus Salam : "sesungguhnya menyelamatkan kaum muslimin yang ditawan kaum kafir adalah sebaik-baik ibadah disisi Alloh, seandanya saj orang-orang kaeir menawan seorang muslim saja maka wajib bagi kita untuk memerangi mereka, sehingga bisa kita bebaskan muslim yang tertawan, atau dengan menghabisi mereka semua, dan bagaimana jikyang ditawan adalah jumlah yang banyak dari kaum mislimin", kami percaya bahwa pembebasan tahanan merupakan hal yang akan semakin memperkuat kepercayaan diri para mujahid di bumi ini, dan merupakan langkah penting dalam proses pambebasan Al-Quds dan Palestina. 

Di akhir saya sampaikan:bahwa rencana zionis barat yang  telah memudahkan Negara yahudidi palestina tidak hanya tertuju pada rakyat palestina semata, tapi sebuah proyek yang memiliki sasaran seluruh mmat islam, kemyataan ini sudah tertanam di jantung ummat islam di seluruh alam dan di tempat yang memisahkan  ummat islam di asia dan ummat islam di afrika. 

Salah satu bukti kesempurnaan nikmat Allohyang diberikan kepada ummat islam adalah bahwa Negara-negara islam kaya akan sunberdaya dan manusia, dan kaya akan kekayaan-kakayaan alam dan kebaikan-kebaikannya dan dengan segala sesuatiu yang dibutuhkan. Oleh karena itu ummat islam perlu  dan harus segera bangkit dan bergerak untuk membabaskan Al-Aqso dan Al-Quds serta membersihkannya dari noda-noda kaum perampas, dan mengembalikan palestinayang di berkahi inike peta dunia islam.
Jikalau ummat islam ikhlas dalam berjihad, pasti Alloh tidak akan menghinakannya, karena Alloh telah menjanjikan hal tersebut, sebagaimana disebutkan dalam firmannya:"sudah menjadi keharusan bagi kami untuk menolong orang-orang yang beriman"(QS. Arrum :47)

* Disampaikan oleh DR Mahmud Anbar pada Konferensi Internasional Pembebasan Al Quds di Bandung, Juli 2012














,




0 komentar:

Post a Comment