Welcome to my blog

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, June 25, 2013

90% TEROWONGAN DI GAZA SAAT INI DITUTUP



Rafah border is tightened again, only 50 people per day are allowed to cross the border, Nur Ikhwan Abadi, MINA correspondent  in Gaza reported on Monday (24/6).

"Currently in Gaza, Rafah border is tightened, only 50 people per day are allowed to cross the border, the condition is exacerbated by the closure of nearly 90% tunnels connecting Gaza with Egypt," said Nur Ikhwan.

This condition has a huge impact to the people of Gaza, unavailability of food and building materials also make this condition more severe and has negative impact.

"The impact after the tunnels were closed seriously felt the people of Gaza, since early June, cement, iron, block, and other building equipment became rare goods. This stopped the development process in Gaza, " Nur Ikhwan said.

When Nur Ikhwan was asked about the development at Hospital of Indonesia (RSI) in Gaza, Nur Ikhwan said the construction is still going on until now. "Builders of RSI continue to run. We still have stock of building materials”.

The results are limited building materials such as cement, iron and block in Gaza. "The price of building materials rise dramatically," Nur Ikhwan added.

"For cement, the price is normally 400 shekels now becomes 700 shekels, and it is difficult to find cement,” Nur Ikhwan added who is also a manager construction of RSI in Gaza,

According to Abdurrahman Parmo, one of volunteers in Gaza said cement stocks now only 5 packs. According to him, the other materials are not a problem. Today is supposed to continue the installation of bathroom ceramic on second floor. "But I had to stop it because there is no cement, and moved to the 2nd floor," he said when confirmed  by MINA.

Nur Ikhwan said Gaza has been blockaded since a few years ago and it’s condition is never stable. According to him, the people of Gaza can enjoy his life with sufficiency, but suddenly could not eat anything when the blockade and tunnel closure was happening.

KETUA ADARA RELIEF INTERNATIONAL KUTUK KEKERASAN ISRAEL TERHADAP ANAK PALESTINA



Ketua Umum Adara Relief International (ARI) Maryam Rachmayani mengutuk kekerasan yang dilakukan pasukan Israel kepada anak-anak Palestina baik di dalam tahanan maupun di dalam penangkapan dan pembunuhan dalam serangan dua perang di Gaza.

Kecaman itu Maryam sampaikan di kediamannya di Jakarta, Senin (24/6), dalam menyikapi laporan PBB tentang pasukan Israel yang menyiksa anak-anak Palestina dalam tahanan dan menggunakannya sebagai penyapu ranjau dan perisai manusia.

“Kami mengutuk perlakuan Israel terhadap anak-anak. Secara HAM saja sangat tidak dibenarkan, apa lagi sebagai seorang Muslim. Padahal anak-anak tidak bisa melawan,” katanya kepada wartawan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Laporan PBB Kamis (20/6) mengungkapkan bahwa anak-anak Palestina ditangkap oleh militer dan polisi (Israel) secara sistematis dan dikenakan perlakuan yang merendahkan, sering disiksa, diinterogasi dalam bahasa Ibrani, bahasa yang mereka tidak mengerti, dan menandatangani pengakuan dalam bahasa Ibrani agar dapat dirilis.

Ratusan anak-anak Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka, khususnya di Gaza, di mana pihak Israel melakukan serangan udara dan serangan angkatan laut pada daerah padat penduduk dengan jumlah anak-anak yang signifikan. Israel mangabaikan hukum-hukum internasional.

Diperkirakan 7.000 warga Palestina berusia 12 sampai 17 tahun, beberapa usia sembilan tahun, telah ditangkap, ditanyai dan ditahan.

Banyak yang dibawa ke pengadilan militer dalam kondisi kaki dirantai dan dibelenggu, sedangkan pemuda yang ditahan di sel isolasi bisa selama berbulan-bulan, kata laporan itu.

Menurut Maryam yang pernah menjadi peserta GMJ 2012 (Global March To Jerusalem) itu, selama ini PBB hanya memainkan peran politik dalam menyikapi berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel. Sementara tindakan nyata untuk memberi sanksi atau hukuman kepada Israel tidak pernah ada.

“PBB, bahasanya saja ‘mengecam’, tapi itu politik. Bahasanya menghibur hati umat Islam, ‘PBB mengecam’, tapi itu semua kerja sama Yahudi,” kata Maryam.

Kekejaman Israel tidak akan bisa dihentikan sampai kiamat, menurut Maryam, namun pergerakan umat Islam juga tidak bisa dihentikan sampai kiamat.

“Kita pun tidak bisa dihentikan, pergerakan-pergerakan yang kita lakukan membuat Israel panik, seperti halnya ketika terjadi gerakan dunia GMJ. Umat Islam akan terus melakukan pergerakan dengan apa yang mereka punya, minimal dengan doa.”

Wanita yang aktif mensosialisasikan Palestina bersama kalangan muslimah yang lain itu, meghimbau agar umat Islam sadar. Palestina adalah isu akidah, kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. “Media kami minta ikut berperan. Karena masyarakat dunia masih mengikuti media, mereka tahu karena media. Apa lagi yang berbicara hanya kalangan wanita, tapi jika media mengangkat, akan menjadi besar,” tambahnya.

Adara Relief Internasional (ARI) adalah sebuah organisasi pertama di Indonesia yang fokus dalam isu wanita dan anak-anak Palestina, yang dikelolah oleh kalangan para wanita.

Melalui lembaga yang berdiri tahun 2008 tersebut, bersama dengan anggota ARI lainnya Maryam aktif melakukan sosialisasi isu wanita dan anak-anak Palestina. Seiring itu, penggalangan dana juga mereka lakukan dan menyalurkan langsung ke Palestina, khususnya Gaza. Sasaran sosialisasi adalah ibu-ibu di majelis-majelis taklim dan anak-anak sekolah.

ARI bekerja sama dengan organisasi Women for Palenstine di Gaza yang juga khusus dalam isu wanita dan anak-anak Palestina.

ADARA RELIEF INTERNATIONAL CONDEMNS ISRAELI TROOPS



Chairman of Adara Relief International (ARI) Maryam Rachmayani condemns violence committed by Israeli troops to Palestinian children in prison and in atack to Gaza.

Maryam gave her opinion in Jakarta, Monday (24/6), in response to the UN report on Israeli troops torturing Palestinian children in detention and use them as human shields and minesweepers.

"We condemn Israel's treatment to children. According to human right it is absolutely wrong, and the children can not fight," she told Mi'raj News Agency reporter.

UN report on Thursday (20/6) revealed that Palestinian children arrested by the military and police (Israel) systematically and subjected to degrading treatment, tortured, interrogated in Hebrew language, a language that they don’t understand, and sign a confession in Hebrew language in order to be released.

Hundreds of Palestinian children have been killed and thousands more are injured, especially in Gaza, where the Israel launch air strikes and naval attack in densely populated areas with a number of children. Israel ignores the international laws.

About 7,000 Palestinians aged 12 to 17 years, some nine years of age, have been arrested and detained. Many of them brought to the military court in chained leg, the report said.

According to Maryam, who had joined in GMJ (Global March To Jerusalem), so far United Nations just play a political role in addressing the violations by Israel. But UN doesn’t give any sanctions or penalties to Israel.

"The UN language just 'blasted', but that's politics. Language to cheer the hearts of Muslims," Maryam said.

Israeli atrocities can not be stopped until the end of the world, according to Maryam, but also the movement of Muslims can not be stopped until the end of day.

"We could not be stopped, movements that we do make Israel panic, like we did in GMJ movement. Muslims will continue to perform the movement with what they have, at least with prayer. "

Adara Relief International (ARI) is the first organization in Indonesia that focus on issues of women and children of Palestine, which is managed by the women.

Through this institution along with other members of ARI, Maryam actively rising women issues and children of Palestine. They also do fundraising and directly give the fund to Gaza. 

ARI works with the organization Women for Palenstine in Gaza, who also specialized in the issue of women and children of Palestine. 

Monday, June 24, 2013

Jangan Pernah Menyerah Pada Keadaan

Kadang kita mudah menyerah pada keadaan atau kepada tindakan seseorang terhadap kita. Dengan mengatasnamakan, “Yo wis lah wis takdire” (Ya sudahlah, memang sudah takdirnya). Jadilah, kita yang sebelumnya gagal, tidak mau berusaha lagi. Yang sebelumnya tidak punya uang, tidak mau berusaha lebih keras lagi. Yang sebelumnya kalah promosi, tidak mau memperbaiki track recordnya sendiri. Akhirnya, ya MENYERAH !

Padahal kalau mau saja, tinggal sejengkal, ibarat pemukul batu, tinggal pukulan terakhir. Batu, puluhan kali atau mungkin sudah ke 99 dipukul dengan palu besar. Belum pecah juga. Akhirnya ditinggal pergi, ganti batu yang lain. Lalu, datang seseorang, memukul batu yang sudah 99 kali dipukul itu, yang sudah retak itu, yang tinggal sekali pukul itu. Lalu, dipukulnya dengan lemah saja, dengan santai saja, dengan biasa saja. PECAHLAH BATU ITU !

Jadi, yang diperlukan adalah keistiqamahan, konsistensi, dari awal hingga akhir, dari alif hingga ya, from zero to hero! Dan, siapa yang mengubahnya??? Diri kita sendiri lah yang mengubahnya, tentu dengan daya kekuatan dari Allah hakikatnya.

Allah dengan adiln dan bijak menyatakan di dalam kalam sucinya :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Artinya ; “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d [13] : 11)

 Maka, marilah sahabat-sahabatku semua, jangan mudah menyerah kepada keadaan. Kalaupun mau menyerah, MENYERAHLAH HANYA KEPDA ALLAH. Menyerah dalam arti berserah diri, bertawakkal, dan menggantungkan harapan kepada-Nya. Sang Penguasa Jagat raya, Sang Penentu Segalanya. Allahu Akbar!

Seraya mengirinya dengan doa :

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Artinya : “Ya Allah, aku pasrahkan diriku kepada-Mu dan aku serahkan pula segala urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, baik karena banyak harapan maupn rasa takut kepada-Mu. Tidak ada tempat untuk berlindung dan tempat untuk menyelamatkan diri dari siksa-Mu melainkan hanya dengan pertolongan-Mu. Aku tetap beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan tetap beriman kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus. (H.R. Bukhari)”.