Friday, June 14, 2013

Mari Mewaspadi Berita di Media Massa



يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍۢ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍۢ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]

Demikianlah firman Allah agar kita mewaspadari berita dari orang-orang yang fasik.
Asbabun Nuzul ayat di atas adalah saat Walid bin Uqbah diutus Nabi untuk mengambil zakat dari kaum Harits namun tidak berangkat karena khawatir dibunuh oleh Harits. Akhirnya dia membuat laporan palsu bahwa Harits dan kaumnya ingin membunuhnya.

Untungnya Nabi tidak mempercayai berita itu begitu saja. Dikirim utusan yang lain dan ternyata Harits tidak ingin membunuh Walid. Bahkan menunggu Walid agar bisa membayar zakat. Jika orang tidak cek dan ricek berita tersebut, tentu akan timbul perang bukan? Hadits lengkapnya ada di bawah.

Malcolm X, tokoh Islam Amerika Serikat yang berubah nama jadi Malik Al Shabazz juga menyatakan “If you’re not careful, the newspapers will have you hating the people who are being oppressed, and loving the people who are doing the oppressing.”

Artinya “Jika engkau tidak hati-hati, koran-koran akan membuat engkau membenci orang yang sedang ditindas, dan mencintai orang-orang yang sedang menindas.”

Nah agar terhindar dari berita-berita orang-orang yang fasik atau membenci Islam, ummat Islam mau tidak mau harus membuat media massa sendiri. Jika tidak, kasihan ummat akan menerima berita dari orang-orang fasik dan kafir yang benci pada Islam. Jangan sampai ummat Islam diadu-domba oleh orang-orang kafir dan orang-orang yang mereka danai dengan media mereka yang sekuler dan anti Islam.
“Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai dunia!”

Itulah jargon saat ini yang diakui kebenarannya. Artinya selain menguasai sumber informasi dengan intelijen yang kuat, kita juga harus menguasai cara mengedarkan informasi seluas-luasnya kepada banyak orang guna membentuk opini publik. Tak heran jika AS sebagai negara Adi Kuasa selain punya badan intelijen CIA berikut jaringan anteknya, juga membentuk berbagai media seperti CNN, New York Time, Washington Post, dan sebagainya yang bisa membuat ummat Islam yang dibantai bangsa Israel sebagai teroris, dan Bangsa Israel sebagai pahlawan dengan pemberitaannya.
Orang-orang kafir menginfakkan trilyunan rupiah untuk membangun media. Masak ummat Islam enggan untuk berinfak di jalan Allah?

Sebagian ummat Islam beranggapan membuat TV sangat mahal dan sebagainya. Padahal masalahnya hanya izin. Ada pun peralatan, dengan modal Rp 50 juta pun sudah bisa jalan TV Komunitas dengan jangkauan 1 juta pemirsa. Yang penting operatornya tidak cari makan dari situ atau sekedar digaji seadanya. Mereka di situ hanya berdakwah dan berjihad demi Allah.

0 komentar:

Post a Comment